Tampilkan postingan dengan label Gusti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gusti. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Maret 2016
Selasa, 21 Oktober 2014
Puluhan Raja dan Sultan Hadir di Festival Keraton Matan Tanjungpura
Pembukaan Festival Keraton Matan Tanjungpura ke-III tahun
2014 yang dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober kemarin dihadiri puluhan Raja
dan Sultan dari Nusantara. Utusan Malaysia yang dipimpin Dato’ Seri Amar Di Raja
Che Ku Mohammad Sahidi Bin Che Ku Denang dan Dato’ Seri Paduka Di Raja Jaafar
dari Negeri Selangor sebanyak 11 orang. Dari Kesultanan Palembang yang dipimpin
Sultan Iskandar Machmud Badaruddin membawa 4 orang pemangku adat kesultanan
untuk hadir di Ketapang, Kalimantan Barat. Festival yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini juga dihadiri oleh seluruh Raja dan Sultan dari
Kalimantan Barat dan Kesultanan Banjar serta Kerajaan lainnya di Nusantara.
Kamis, 04 Maret 2010
Silsilah Kerajaan Matan
Pada zaman logam awal (tahun 500 – 300 SM) wilayah pantai sampai radius sekitar 20 kilometer di Ketapang Kalimantan merupakan daerah penyebaran kebudayaan Dong Song dari Vietnam Utara. Benda perunggu bercorak Dong Song ditemukan secara luas diwilayah ini seperti kapak corong, pisau, kail, gelang, ujung tombak dan artefak nekara perunggu. Pada tahun 850 – 900 M Pulau Kalimantan (Borneo) diekspansi oleh Dynasti Syailendra yang bermitra dengan Sriwijaya, dan seluruh wilayah sebaran kebudayaan Dong Song merupakan daerah taklukan/kedaulatan Syailendra dan Sriwijaya yang berbudaya Hinduisme. Pada masa periode inilah Kerajaan Tanjungpura sudah wujud dan mengalami ekspansi terus menerus dari kerajaan lainnya di Nusantara. Corak budaya dan system pemerintahan Kerajaan yang wujud hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh periode sejarah mulai dari zaman pra-sejarah, pengaruhuHindu/Budha (India), pengaruh Islam (Arab) dan Eropa (penjajahan) hingga sampai pada aras kekiniannya menjadi Kerajaan Matan Tanjungpura.
Langganan:
Postingan (Atom)

