SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H /2016 M : Maaf Lahir dan Bathin
Tampilkan postingan dengan label Tanjungpura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjungpura. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

Keraton Matan Berikan Penghargaan Budaya

Bertempat di Istana Matan Tanjungpura Kelurahan Mulia Kerta Ketapang pada tanggal 15 Mei 2016 yang lalu bersamaan dengan pembukaan festival keraton Matan Tanjungpura Ke-V, tiga tokoh budayawan Ketapang mendapat penghargaan Wira Wangsa Budaya yang merupakan Darjah Kebesaran Kerajaan dibidang seni budaya yang diserahkan langsung oleh PRK. Haji Gusti Kamboja. Ketiga tokoh tersebut adalah  H. Baswedan Bin H. Ibrahim Badjuri dari tokoh budaya melayu, Fransiskus Suma dari tokoh budaya Dayak dan Yasa Nagari dari tokoh budaya Tionghoa. Penghargaan ini diberikan kerajaan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam usaha melestarikan kebudayaan Melayu, Dayak dan Tionghoa di Ketapang.

Kamis, 19 Mei 2016

Letupan Meriam Tandai Pembukaan Festival Keraton


Raja Sultan menaiki kapal Sripawan  menuju Istana Matan
Festivial Keraton Matan Tanjungpura Ke-V tahun 2016 secara resmi dibuka dengan ditandai empat kali letupan Meriam pusaka "Padam Pelite" Istana Matan Tanjungpura, masing-masing oleh Sri Sultan Haji Iskandar Mahmud Badaruddin Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah Kesultanan Banjar, Bupati Ketapang dan Raja Iswaramahayana Dipati Karang Tanjung Haji Gusti Suriansyah Raja Landak. Hadir juga pada pembukaan festival ini adalah Raja Sanggau Pangeran Ratu Drs. Gusti Arman, M.SiSekjen ICKN Pusat Pangeran NA. Mas’ud Thoyib J Adiningrat, Raja Tayan Panembahan Anom Pakunegara Gusti Yusri, SH beserta permaisuri, Ratu Endang Kesultanan Sambas, Pangeran Ratu Agung Mahkota Seri Maharaja Syarif Melvin Alkadrie Putra Mahkota Kesultanan Pontianak, Pangeran Hukma Putra Mahkota Kerajaan Simpang, Pangeran Syarif Muhammad Alaydrus Pemangku Kerajaan Kubu, Pangeran Syarif Herry Majelis Kerajaan Kalbar, Pangeran Gusti Syarfini Majelis Kerajaan Kalbar, Pangeran Syamsul Rizal Sekretaris ICKN Kalbar, dan Dato’ Pangeran Elang Perkasa Abdi Nurkamil. 

Sabtu, 02 April 2016

Festival Keraton 2016

Kerajaan Matan Tanjungpura, Ketapang Kalimantan Barat akan menggelar perhelatan akbar Festival Keraton ke-V. Acara rutin tahun ini akan dihelat pada tanggal 15 - 22  Mei 2016.

Berbagai seni tradisional akan di gelar seperti Syair Gulung klasik dan mandi meriam pusaka kerajaan. Seni tari keraton juga akan di gelar kali ini. Ketua panitia Uti Asaji mengatakan bahwa di acara pembukaan akan digelar karnaval sungai, berbagai kapal dan perahu bermotor akan menyemarakan sungai Pawan Ketapang, selain itu  ada parade budaya multi etnis akan menambah meriahnya diacara pembukaan.

Selasa, 08 Maret 2016

ICKN Wilayah KALBAR Dikukuhkan


Eka Kurniawan Wk  Ketua ICKN Kalbar membacakan Deklarasi
Raja Sultan Se-Kalimantan Barat yang tergabung dalam Majelis Kerajaan Kalimantan Barat bersama Cendikiawan Kalimantan Barat mendeklarasikan diri membentuk sebuah wadah Ikatan Cendikiawan Kraton Nusantara (ICKN) Wilayah Kalimantan Barat.

Selasa, 21 Oktober 2014

Puluhan Raja dan Sultan Hadir di Festival Keraton Matan Tanjungpura


Pembukaan Festival Keraton Matan Tanjungpura ke-III tahun 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober kemarin dihadiri puluhan Raja dan Sultan dari Nusantara. Utusan Malaysia yang dipimpin Dato’ Seri Amar Di Raja Che Ku Mohammad Sahidi Bin Che Ku Denang dan Dato’ Seri Paduka Di Raja Jaafar dari Negeri Selangor sebanyak 11 orang. Dari Kesultanan Palembang yang dipimpin Sultan Iskandar Machmud Badaruddin membawa 4 orang pemangku adat kesultanan untuk hadir di Ketapang, Kalimantan Barat. Festival yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini juga dihadiri oleh seluruh Raja dan Sultan dari Kalimantan Barat dan Kesultanan Banjar serta Kerajaan lainnya di Nusantara.

Sabtu, 23 Februari 2013

15 Raja Kalimantan Kumpul di Ketapang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 15 raja se Kalimantan memastikan diri hadir di Kabupaten Ketapang, dalam rangka festival Keraton Matan Tanjungpura ke II.

Rabu, 06 Februari 2013

Pangeran Ratu Menghadap Wamen Kebudayaan

Menjelang kegiatan festival Keraton Matan Tanjungpura Ke-II Pangeran Ratu Kertanegara Gusti Kamboja dan Syarif Muhammad Herry sekretaris Majelis Kerajaan Nusantara Kalimantan Barat menghadap Wakil Menteri Bidang Kebudayaan untuk menyampaikan undangan dan ekspose kegiatan.
Disela kesibukannya Ibu Wamen Wiendu Nuryanti, menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan festival keraton matan tahun 2013 yang akan berlangsung tanggal 2-8 Maret 2013. Meski hanya beberapa menit ibu Wamen Bidang Kebudayaan memberikan penghargaannya kepada Kerajaan Matan Tanjungpura yang telah mengundangnya. Dalam kesempatan pertemuan tersebut Pangeran Ratu Gusti Kamboja sekilas memaparkan profil dan bentuk kegiatan sekaligus menyampaikan kesediaan hadir para Raja dan Sultan Se-Kalimantan pada acara tersebut.
Para raja yang akan hadir pada kegiatan tersebut antara lain Raja-Raja Kalimantan Barat, Sultan Banjar, Sultan Kutai, Sultan Kotawaringin, Kesultanan, Brunei Darussalam, Akademisi dan Pengiat Budaya dari Sarawak, Sabah, Thailand, BKPBM Yogjakarta.

Kamis, 04 Maret 2010

Silsilah Kerajaan Matan

Pada zaman logam awal (tahun 500 – 300 SM) wilayah pantai sampai radius sekitar 20 kilometer di Ketapang  Kalimantan merupakan daerah penyebaran kebudayaan Dong Song dari Vietnam Utara. Benda perunggu bercorak Dong Song ditemukan secara luas diwilayah ini seperti kapak corong, pisau, kail, gelang, ujung tombak dan artefak nekara perunggu. Pada tahun 850 – 900 M Pulau Kalimantan (Borneo) diekspansi oleh Dynasti Syailendra yang bermitra dengan Sriwijaya, dan seluruh wilayah sebaran kebudayaan Dong Song merupakan daerah taklukan/kedaulatan Syailendra dan Sriwijaya yang berbudaya Hinduisme.  Pada masa periode inilah Kerajaan Tanjungpura sudah wujud dan mengalami ekspansi terus menerus dari kerajaan lainnya di Nusantara.  Corak budaya dan system pemerintahan Kerajaan  yang wujud hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh periode sejarah mulai dari zaman pra-sejarah, pengaruhuHindu/Budha (India), pengaruh Islam (Arab) dan Eropa (penjajahan) hingga sampai pada aras kekiniannya menjadi Kerajaan Matan Tanjungpura.